Kamis, 18 April 2013

Engine Knocking - Ngelitik, penyebab dan solusi-nya...>>>>

Sebelum mengetahui tentang bagaimana bisa terjadi proses "Ngelitik" lebih baik-nya kita melihat sequence dari pembakaran yang terjadi di kendaraan 4 langkah:



Pada gambar di atas, kita melihat mesin dari arah belakang menuju ke depan (berlawanan arah dari kita menghadap mesin sisi radiator).

Gambar 1 dan 2 adalah langkah hisap dimana mesin menghisap udara+BBM yang diinjeksikan dari intake manifold
Gambar 3 udara + BBM yang dimampatkan
Gambar 4 udara + BBM dibakar melalui letupan busi
Gambar 5 tenaga yang dihasilkan dari letupan busi
Gambar 6 adalah langkah buang, gas hasil pembakaran dibuang ke exhaust kendaraan (knalpot).

Engine Knocking atau ngelitik terjadi pada gambar 4 dimana udara dan BBM meletup tetapi posisi seker masih dibawah dari posisi normal unt. pembakaran saat itu(posisi gambar 3 menuju gambar 4), sehingga saat lengan seker mengayun bersamaan dengan seker keatas dan belum sampai atas terjadi pengapian mengakibatkan lengan seker naik tetapi seker turun, hal sEperti inilah yang kita dengar sebagai ngelitik di kendaraan kita.
Jadi pada saat ngelitik terjadi pembakaran dini (premature) dan setelah pembakaran seker masih dipaksa untuk naik, padahal seharus-nya setelah pembakaran tsb normal-nya seker beserta stang seker bergerak kebawah (langkah tenaga hasil letupan di ruang bakar tsb).

Engine knocking atau ngelitik disebabkan karena :
1. Angka oktan dari BBM yang tidak memenuhi standard mesin dan ECU dari kendaraan, unt. A/X angka oktan BBM-nya adalah 90 (diatas premium, dibawah pertamax atau shell super), semakin tinggi angka oktan suatu BBM maka semakin kuat BBM tersebut untuk tidak meletupkan diri akibat compression yang tinggi, dan sebalik-nya semakin rendah angka oktan maka semakin besar kemungkinan BBM tersebut meletupkan diri akibat compression yang tinggi.
2. Beban mesin yang berlebih secara mendadak dan dibarengi RPM yang terlalu rendah.
3. Suhu udara luar yang panas, suhu udara luar sebagai campuran BBM pada ruang bakar, jika suhu udara luar tinggi akan meningkatkan suhu dalam ruang bakar juga lebih panas.
4. Rendah-nya angka AFR rasio, miskin supply BBM, jika BBM kurang maka "cooling effect" id dalam ruang bakar tidak akan terjadi.
5. carbon deposit pada ruang bakar dan busi, carbon deposit bisa menjadi bara yang menjadi salah satu faktor ruang bakar meletup sebelum pembakaran oleh busi. 

Apa dampak-nya bila engine knocking sering terjadi :
1. Seker akan lebih forsir kerja-nya, karena setiap knocking seker akan berlawanan arah sesaat dengan lengan seker-nya, walaupun nanti-nya seker dipaksa untuk mengikuti lengan seker tsb.
2. Dikarenakan sering terjadi pembakaran yang tidak sempurna, maka ruang bakar jadi gampang/lebih kotor, apabila ada yang punya kamera fleksibel (dipantau lewat lubang busi), maka bisa dibandingkan ruang bakar-nya antara yang "terawat dan tidak terawat".
gambar kamera fleksible :



3. Tenaga dan performace mesin jadi menurun secara pelan tapi pasti.
Gambar di-bawah capture dari laman-nya tema-bhp.com, lumayan lengkap menjelaskan ttg knocking :


Gambar kiri atas adalah knocking karena pengapian sekunder, Gambar kanan atas adalah pengapian yang dilihat dari kamera thermal,
Gambar kiri bawah adalah signal "microfon" yang diterima knocking sensor dan menjadi inputan dari ECU,
Gambar kanan bawah adalah seker yang rusak akibat keseringan mengalami knocking dan kurva tenaga kendaraan yang menurun akibat ngelitik tsb.

Bagaimana pencegahan-nya :
Engine knocking atau ngelitik biasa-nya terjadi karena beberapa faktor tsb penanganan-nya juga beda2 :
1. Beban mesin yang mendadak terlalu berat :menanjak, polisi tidur, stop & go dan lupa menurunkan gigi presneling
penanganan-nya adalah meringankan beben mesin saat itu juga dengan:
    a. Setengah kopling dan dibarengi dengan menaikkan RPM kendaraan dengan bukaan throtle (bejekan gas di kaki).
    b. Menurunkan gigi presneling.
point a dan b saya lebih menyarankan point b yang dilakukan untuk menghemat kampas kopling kendaraan kita.
2. Saat tarikan langsam di trek panjang(ex:tol) pada gigi 4 dan 5 pada RPM 2100-2400-an (CMIIW) penanganan-nya adalah hindari RPM seputaran tsb dengan : menurunkan gigi presneling atau bisa sekalian tinggikan lagi RPM-nya, tetapi ngelitik pada kejadian ini masih terdengar tidak begitu kenceng dibandingkan point 1.
3. Angka Oktan yang dibawah standard mesin.....ini yang susah diterima bagi temen2, mau-nya mobil mewah teknologi tinggi dan klo bisa BBM-nya GRATIS  
4. Carbon Deposit - carbon cleaner dan bisa dilanjutkan dengan Italian Tune-Up
5. Untuk penyebab yang lainnya (ex:udara luar yang panas, rendah-nya angka AFR yang merupakan inputan dari IAT dan O2 Sensor) yang mengolah adalah ECU kendaraan dan kita udah terima jalan saja.

Sumber : http://forum.x-voc.com/index.php?topic=1446.0

Mesin dengan compression ratio 9:1 keatas gunakan pertamax atau agar kantong tidak bolong gunakan premium + Bio Speed...


Call us 085364664567

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar